Rabu, 08 April 2009

Pro & Kontra Analisis Tekhnikal

Analisis tekhnikal banyak digunakan oleh para trader sebagai pertimbangan untuk keputusan mengambil posisi. Hal ini dikarenakan bahwa analisis tekhnikal bila dibandingkan dengan analisis fundamental mempunyai keungulan sebagai berikut:

  1. Analisis ini bisa diaplikasikan untuk semua jenis investasi seperti: saham, komoditi, stock index, CFD, dan forex selama ada data historis yang beruntun.
  2. Dapat digunakan untuk menentukan sinyal beli maupun jual, sedangkan kalau fundamental analisis tidak dapat menentukan kapan waktu beli ataupun jual sehingga kombinasi atau harmonisasi keduanya sangat dibutuhkan.
  3. Dapat diaplikasikan untuk berbagai periode waktu (menit, jam, harian, mingguan, bulanan, dan tahunan).
  4. Analisis tekhnikal memiliki kemungkinan return yang tinggi bila hanya menggunakan fundamental yang kadang-kadang tidak mempengaruhi harga, sedangkan analisis tekhnikal dapat mnunjukan gelagat pergerakan harga sebelum mencapai harga kesimbangan baru.

Analisis tekhnikal memang banyak yang menggunakan tetapi banyak juga yang meragukannya (pro & kontra). Hal ini dilandasi oleh pendapat sebagai berikut:

  1. The Self Fulfilling Prophecy. Trader yang menggunakannya belum tentu mendapat profit karena tergantung dari persepsi, interpretasi, egoisme ataupun emosi, dan self confidence masing-masing.
  2. Can’t The Past Be Used to Predict The Future. Tidak mungkin memprediksi harga di masa depan dengan memakai data historis masa lalu, tetapi John J. Murphy dalam karyanya yang berjudul Technical Analysis of The Financial Markets, 1999, membantahnya dengan menunjukan data-data di masa lalu. Saya juga setuju dengan pendapat ini walupun saya tidak bisa membuktikannya, tetapi menurut pengalaman dan pemikiran saya bahwa kalau saya akan membeli atau menjual barang pastilah kita membandingkan harga yang dulu maupun yang berlaku saat ini. Kalau terlalu tinggi kan kita tidak berani lagi untuk membelinya , begitu pula jika sebaliknya. Tetapi ingat ini hanya sebuah pendapat karena kita berada dalam market yang sangat sempurna jadi jangan menganggap pandangan kita berlaku untuk selamanya. Karena itu diperlukan sinkronisasi antara tekhnikal dan fundamental.
  3. The Random Walk Theory. Konsep dasar dari teori ini adalah bahwaharga bergerak secara acak dan tidak dipengaruhi oleh informasi masa lalu. Dr. Alexander Elder membantah teori ini, menurutnya harga tidak bergerak secara random karena manusia memiliki ingatan harga sebelumnya yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan untuk membeli maupun menjual.
  4. Efficient Market Hypothesis. Hipotesis ini dilandaskan oleh teori keseimbangan pasar pada pasar persaingan sempurna dimana harga dipengaruhi oleh semua informasi baik yang terpublikasikan (published information) maupun tidak terpublikasikan (unpublished information) sehingga terjadi harga keseimbangan dimana tidak akan terjadi “capital gain". Teori ini dibantah oleh Dr. Alexander Elder yang mengutip pernyataan Warren Buffet dan juga George Soros dalam bukunya “The Alchemy of Finance” dan “The New Global Paradigm in the Financial Markets”.
Walaupun banyak yang meragukan analisis tekhnikal, menurut saya tidak membuat analisis ini tidak bisa dipakai karena banyak trader yang sukses dengan menggunakan analisis ini. Karena itu seperti yang sering saya ungkapkan bahwa sinkronisasi dua metode analisis tersebut sangat penting disamping mengasah skill kita untuk menerapkan dua metode tersebut. Akhirnya, saya berharap tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Good Luck!!!

Jumat, 03 April 2009

Technical Analysis : Tool To Assist Decision Maker in Trading

Analisis Tekhnikal merupakan trader's tool yang digunakan para trader untuk membantu dalam pekerjaannya menganalisis pergerakan harga sehingga dapat membuat suatu keputusan untuk mengambil posisi transaksi. Menurut Murphy (Technical Analysis of The Financial Markets, 1999) dan Luca (Technical Analysis Applications in The Glabal CurrencyMarkets, 2000) bahwa yang menjadi anggapan dasar dalam analisis tekhnikal adalah sebagai berikut:
  1. Market Price Discounts Everything. Pengguna analisis ini percaya bahwa semua peristiwa bisa berpengaruh terhadap harga. Kejadian atau peristiwa tersebut akan tercermin pada harga marketnya.
  2. Price Moves in Trend. Harga akan bergerak dalam suatu trend. Prinsip dasarnya adalah jangan pernah mengambil keputusan transaksi yang berlawanan arah dengan trend harga.
  3. History Repeats Itself. Hal ini diyakini oleh pengguna analisis ini mengingat adanya faktor psikologis para pelaku pasar yang secara umum bersifat konstan.
Pendapat mereka berdua kalau kita fikir ada benarnya juga. Tetapi ingat manusia adalah makhluk yang mempunyai karakter yang berbeda-beda sehingga kalau kita terlalu mengandalkan teori ini atau analisis tekhnikal sangat berbahaya. Hal ini dikarenakan persfektif atau cara pandang, intelektualitas, keyakinan, pengendalian emosi, dan keinginan manusia berbeda-beda. Tetapi kebutuhan ataupun emosi yang dirasakan manusia adalah sama walaupun kadar dan kemampuan memanage-nya yang berbeda-beda.

Karena itu, dapat disimpulkan bahwa kita dapat menggunakan analisis tekhnikal sebagai bahan pertimbangan kita tetapi harus mempertimbangkan pertama kali analisis fundamental. Karena respon manusia akan suatu isu ataupun berita hampir sama. Sebagai contoh suatu Bank diberitakan gagal bayar terhadap nasabahnya, hal tersebut akan mengakibatkan terjadinya "rush" atau penarikan uang secara besar-besaran sehingga Bank tersebut semakin terpuruk.

Demikian tulisan ini mudah-mudahan berguna bagi kita semua, terutama dalam bertrading.
Salam Trader!Good Luck!


Related Websites

Forex Technical Analysis Reports (ActionForex.com)